Festival Film BFI London memasuki usia ke-70 dengan merilis daftar pembicara unggulan untuk program Screen Talks yang dinantikan para pecinta sinema internasional. Tahun ini, lineup-nya memukau: Andrew Scott, Cynthia Erivo, Ava DuVernay, Jesse Eisenberg, Sofia Coppola, hingga Danny Boyle akan berbagi pengalaman kreatif di panggung festival yang berlangsung 7 hingga 18 Oktober 2026.
Program Screen Talks merupakan salah satu segmen paling bergengsi dalam BFI London Film Festival. Di sini, para aktor dan pembuat film papan atas dunia berdialog langsung dengan penonton, mengungkap proses kreatif, pengaruh seni, serta perjalanan karier mereka secara mendalam. Tahun ini, BFI menghadirkan deretan nama yang tak hanya populer, tetapi juga telah membuktikan kapasitas seninya melalui karya-karya yang mendefinisikan sebuah era.
Andrew Scott: Dari Sherlock ke Elsinore
Andrew Scott menjadi salah satu sorotan utama Screen Talks tahun ini. Aktor Irlandia yang terkenal lewat peran antagonis Jim Moriarty dalam serial Sherlock ini akan membahas karier panjangnya yang mencakup teater, televisi, dan perfilman. Perannya sebagai Hamlet di panggung West End dinobatkan sebagai generasi-defining, sementara transformasinya dalam All of Us Strangers dan Ripley memperkuat posisinya sebagai salah satu aktor paling berbakat saat ini.
"Andrew Scott memiliki kemampuan langka untuk menyalurkan emosi kompleks dalam setiap perannya. Dari antagonis cerdik hingga karakter penuh kerentanan, ia selalu menghadirkan kejutan," kata seorang kritikus perfilman Inggris.
Di edisi ke-70 ini, Scott juga membintangi film pembuka festival, Elsinore, di mana ia memerankan aktor Skotlandia Ian Charleson dalam bulan-bulan terakhir kehidupannya. Peran ini diprediksi akan menjadi salah satu kontender kuat di musim penghargaan 2026.
Cynthia Erivo: Kekuatan Seni di Atas Panggung dan Layar
Cynthia Erivo hadir sebagai bintang yang meruntuhkan batas antara dunia teater dan perfilman. Dengan Tony Award untuk perannya dalam The Color Purple di Broadway, Erivo melanjutkan jejak suksesnya ke layar lebar melalui film-film seperti Harriet, Wicked, dan Wicked: For Good. Tiga nominasi Academy Award, dua Grammy Awards, dan satu Emmy membuktikan bahwa Erivo bukan sekadar penyanyi atau aktris — ia adalah seniman multitalenta.
Dalam Screen Talks, Erivo akan berbagi perjalanan dari panggung teater London hingga Hollywood, termasuk tantangan menjadi seorang Black woman di industri yang masih didominasi stereotip. Kehadirannya di festival tahun ini menjadi inspirasi bagi generasi seniman muda yang bercita-cita melampaui batasan.
Ava DuVernay: Sinema sebagai Alat Perubahan Sosial
Pembuat film Ava DuVernay akan tampil untuk membahas karyanya yang selalu menyentuh isu-isu sosial dan hak sipil. Dari Selma yang mengisahkan perjuangan Martin Luther King Jr., hingga dokumenter 13th yang dinominasikan Oscar, DuVernay membuktikan bahwa sinema bisa menjadi alat perlawanan yang ampuh.
DuVernay juga dikenal sebagai pendiriARRAY, distribusi film independen yang berfokus pada representasi komunitas yang kurang terwakili. Dalam wawancara sebelumnya, ia menegaskan bahwa cinema bukan sekadar hiburan, tetapi cerminan masyarakat yang harus terus ditantang.
"Saya membuat film untuk orang-orang yang tidak pernah merasa menjadi bagian dari cerita ini. Sinema harus milik semua orang," ujar DuVernay dalam sebuah sesi diskusi perfilman internasional.
Jesse Eisenberg: Dari Aktor hingga Sutradara
Jesse Eisenberg, yang terkenal sebagai Mark Zuckerberg dalam The Social Network, akan membahas evolusi kariernya dari aktor cilik di Broadway hingga menjadi sutradara film. Karya terbarunya, A Real Pain, meraih pengakuan luas dan memenangkan BAFTA, sementara film penutup festival tahun ini, The Debut, akan menjadi momen perdana bagi kariernya di belakang kamera.
Eisenberg adalah contoh langka seniman yang mampu berpindah antara depan dan belakang kamera dengan keberhasilan yang setara. Screen Talks-nya akan menjadi kesempatan langka bagi penonton untuk memahami proses berpikir seorang aktor yang berubah menjadi sineas.
Sofia Coppola dan Danny Boyle: Sutradara dengan Visi Unik
Dua nama besar lainnya yang akan hadir adalah Sofia Coppola dan Danny Boyle. Coppola, yang dikenal dengan sentuhan visual halus dan eksplorasi kesepian selebriti dalam Lost in Translation dan Priscilla, akan membahas cara ia mengubah pengalaman pribadi menjadi karya seni universal.
Sementara itu, Danny Boyle — sutradara di balik Trainspotting, Slumdog Millionaire, dan upacara pembukaan Olimpiade London 2012 — akan menjadi pembicara pertama yang tampil di luar London. Screen Talks-nya akan digelar di HOME Manchester, menandai langkah bersejarah bagi festival ini dalam memperluas jangkauan ke seluruh Inggris.
Dunia Profil yang Lebih Luas
Selain nama-nama besar di atas, Screen Talks tahun ini juga menghadirkan John Malkovich yang akan membahas empat dekade karier aktingnya yang ikonik; Mahershala Ali, pemenang dua Oscar yang terkenal lewat Moonlight dan Green Book; Brad Bird, jenius animasi di balik The Incredibles dan Ratatouille; serta Naomi Ackie, aktris muda berbakat yang bersinar dalam Blink Twice dan Mickey 17.
Kehadiran nama-nama ini menunjukkan betapa Festival Film London terus menjadi ajang pertemuan antara bakat established dan generasi baru perfilman global. Setiap Screen Talk menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana seniman membangun karier mereka di industri yang terus berubah.
Festival dengan Jangkauan Nasional
Festival tahun ini digelar di berbagai venue bergengsi, termasuk Royal Festival Hall, BFI Southbank, BFI IMAX, dan empat mitra bioskop di West End London. Yang istimewa, sepuluh venue mitra di seluruh Inggris — dari Nottingham hingga Belfast, Edinburgh hingga Bristol — juga akan menjadi bagian dari perayaan sinema ini.
Program lengkap festival akan diumumkan pada 2 September 2026, dengan tiket penjualan umum mulai 17 September dan pemesanan awal untuk anggota BFI tersedia lebih cepat. Ini menjadi momen penting bagi industri perfilman global menjelang musim penghargaan yang akan datang.
Dengan lineup sekuat ini, BFI London Film Festival ke-70 bukan sekadar perayaan film — ini adalah pernyataan tentang kekuatan sinema sebagai jembatan budaya, ruang dialog, dan cerminan aspirasi manusia di seluruh dunia.
Comments (0)