Aktris peraih Oscar Sandra Bullock baru-baru ini membagikan kenangan pahit tentang kegagalan film "Practical Magic" (1998) saat pemutaran perdana sekuelnya di Los Angeles. Bullock mengaku sempat yakin film tersebut akan sukses besar, namun kenyataannya justru sebaliknya.
"Kami berpikir, 'Ini akan menjadi film yang luar biasa. Orang-orang akan menyukainya,'" ujar Bullock kepada Variety. "Lalu keheningan menyerang. Keheningan yang sunyi senyap. Mereka bertanya, 'Berapa banyak perempuan dalam satu film yang kalian butuhkan? Berapa banyak nada yang dibutuhkan? Seperti apa sebenarnya film ini?'"
Ucapan Bullock tersebut merujuk pada respons kritis dan penonton yang dingin terhadap film pertama "Practical Magic" saat dirilis pada 16 Oktober 1998. Film yang dibintangi oleh Nicole Kidman dan Sandra Bullock sebagai saudari penyihir bersaudara dari keluarga Owens ini ternyata gagal di box office.
Angka Box Office yang Mengecewakan
Berdasarkan data yang tersedia, "Practical Magic" meraih pendapatan global sekitar $68 juta dari anggaran produksi senilai $60-75 juta. Skor kritikus di Rotten Tomatoes pun sangat rendah, hanya mencapai 26-27%, yang menandakan kekecewaan besar dari para kritikus film.
"Kami pikir film ini akan menjadi sesuatu yang istimewa. Kami semua sangat bersemangat. Tapi responsnya... sunyi," kenang Bullock.
Kegagalan tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi para pemain dan kru yang telah bekerja keras mewujudkan visi film ini. Namun siapa sangka, nasib "Practical Magic" justru berubah drastis setelah bertahun-tahun berlalu.
Dari Film Gagal Menjadi Kultus Klasik
Perlahan namun pasti, "Practical Magic" mulai mendapatkan penggemar setia sejak awal 2000-an. Film ini menjadi semakin populer melalui penayangan di televisi kabel dan platform streaming, hingga akhirnya menduduki status film kultus klasik yang sangat dicintai oleh penggemarnya.
Fenomena ini membuktikan bahwa kadang-kadang film tidak selalu mendapatkan apresiasi yang layak saat pertama kali dirilis. Perubahan zaman dan selera penonton ternyata mampu mengubah reputasi sebuah karya secara signifikan.
Siklus penonton yang berubah ini menjadi inspirasi utama mengapa Warner Bros. memutuskan untuk memproduksi sekuelnya, "Practical Magic 2," yang dijadwalkan tayang pada 18 September 2026.
Sekuel yang Ditunggu-Tunggu
"Practical Magic 2" disutradarai oleh Susanne Bier dan berdasarkan novel "The Book of Magic" karya Alice Hoffman. Film sekuel ini akan menghadirkan kembali bintang asli termasuk Nicole Kidman, Sandra Bullock, Stockard Channing, dan Dianne Wiest.
Selain itu, beberapa pemeran baru juga bergabung, antara lain:
- Joey King - aktris muda yang sebelumnya bekerja sama dengan Kidman dalam film "Family Affair" (2024)
- Maisie Williams - dikenal dari serial "Game of Thrones"
- Lee Pace - aktor yang pernah berperan dalam MCU
- Xolo Maridueña - pemeran utama "Blue Beetle"
- Solly McLeod
Dalam pemutaran perdana, Kidman berbagi alasan mengapa mereka memutuskan untuk membuat sekuel setelah hampir tiga dekade.
"Hal itu terjadi begitu saja. Ini lebih seperti takdir yang indah, dan semuanya akhirnya bersatu. Seperti dalam kehidupan — jika kamu memaksakan sesuatu, itu tidak akan berhasil. Kamu harus menunggu, bersabar, dan kami berdua terbuka untuk itu," jelas Kidman.
Mengenang Sutradara Griffin Dunne
Dalam kesempatan yang sama, Bullock juga menyoroti peran penting sutradara film pertama, Griffin Dunne, yang telah menciptakan dunia ajaib "Practical Magic" bersama mereka.
"Griffin Dunne menciptakan dunia ini bersama kami. Dia mencintai kami dan membiarkan kami bersinar. Film ini ada karena dia, dan dia tidak pernah sempat menikmati hasilnya saat kami mengerjakannya. Malam ini kami menghormatinya," ucap Bullock dengan penuh emosi.
Kidman menambahkan, "Dia mencintai kami dan membiarkan kami bersinar." Pujian ini menunjukkan betapa besar pengaruh seorang sutradara dalam membentuk pengalaman para aktor di lokasi syuting.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan kesuksesan "Practical Magic" sebagai film kultus dan antusiasme tinggi terhadap sekuelnya, banyak penggemar yang berharap "Practical Magic 2" dapat meraih kesuksesan yang lebih baik dari pendahulunya. Kombinasi pemeran veteran dan pendatang baru, serta cerita yang berlanjut dari novel terbaru Alice Hoffman, menjadi daya tarik utama film ini.
Joey King sendiri mengungkapkan kegembiraannya bisa bekerja sama lagi dengan Nicole Kidman. "Ketika kamu memiliki seseorang yang telah melalui banyak hal, yang terbuka dan penuh kasih sayang dengan ilmu yang dimilikinya, aku tidak bisa lebih berterima lagi. Aku merasa sangat beruntung bisa mendatanginya," kata King.
Kisah perjalanan "Practical Magic" dari film yang gagal menjadi kultus klasik mengingatkan kita bahwa nilai sebuah karya seni tidak selalu diukur dari kesuksesan komersial semata. Kadang-kadang, waktu dan komunitas penonton yang tepat dapat memberikan apresiasi yang jauh lebih berharga.
Comments (0)