Nov 04, 2026
Business

Jumlah Pemuda Inggris Tanpa Kerja dan Pendidikan Turun di Bawah 1 Juta

LONDON — Angka pemuda berusia 16 hingga 24 tahun di Inggris yang tidak bersekolah, tidak bekerja, maupun tidak mengikuti pelatihan atau dikenal sebagai NEE

Jumlah Pemuda Inggris Tanpa Kerja dan Pendidikan Turun di Bawah 1 Juta

LONDON — Angka pemuda berusia 16 hingga 24 tahun di Inggris yang tidak bersekolah, tidak bekerja, maupun tidak mengikuti pelatihan atau dikenal sebagai NEET (Not in Education, Employment or Training) akhirnya turun di bawah satu juta orang pada periode tiga bulan terakhir. Capaian ini menjadi angin segar bagi pemerintah yang selama bertahun-tahun berjuang membalikkan tren kenaikan ketidakaktifan ekonomi di kalangan generasi muda.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Office for National Statistics (ONS) pada Rabu (27/8/2026), jumlah pemuda NEET di seluruh Inggris pada periode April hingga Juni diperkirakan mencapai 981.000 orang. Angka ini menurun dibandingkan periode Januari hingga Maret yang tercatat 1.012.000 orang.

Kronologi Perkembangan Data NEET

  1. Januari–Maret 2026: ONS mencatat jumlah pemuda NEET mencapai 1.012.000 orang, menembus batas satu juta dan memicu kekhawatiran publik atas memburuknya kondisi anak muda Inggris.
  2. April–Juni 2026: Hasil survei terbaru ONS menunjukkan angka NEET turun menjadi 981.000 orang, atau turun sekitar 31.000 orang dibandingkan kuartal sebelumnya.
  3. Perbandingan tahunan: Meski turun kuartal ke kuartal, angka terbaru ini masih 30.000 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan tren jangka panjang belum sepenuhnya pulih.

Penurunan ini dipandang sebagai dorongan bagi upaya pemerintah untuk membalikkan lonjakan ketidakaktifan ekonomi yang terus meningkat selama bertahun-tahun. Sejak pandemi, Inggris menghadapi fenomena yang oleh para ekonom disebut "pemuda yang menghilang" dari dunia kerja dan pendidikan, yang menjadi salah satu masalah sosial-ekonomi paling mendesak di negara itu.

Angka di Bawah Satu Juta, tapi Belum Waktu untuk Berpuas Diri

Meskipun tembusnya angka di bawah satu juta menjadi kabar baik, para pengamat mengingatkan bahwa pekerjaan rumah masih panjang. Angka 981.000 orang berarti hampir satu dari sepuluh pemuda Inggris masih berada dalam kondisi tidak aktif secara ekonomi, tidak menimba ilmu, dan tidak memiliki pekerjaan. Kondisi ini berisiko menciptakan "generasi yang hilang" yang sulit kembali ke pasar kerja di masa depan.

"Penurunan ini adalah langkah awal yang positif, tetapi kita harus jujur bahwa angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan setahun lalu. Pemerintah harus memastikan momentum ini berlanjut, bukan sekadar anomali satu kuartal." — analis ekonomi yang memantau data pasar tenaga kerja Inggris.

Data ONS menunjukkan bahwa kelompok usia 16 hingga 24 tahun menjadi segmen yang paling rentan mengalami NEET. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kesulitan akses pendidikan lanjutan, minimnya lapangan kerja pemula (entry-level), hingga masalah kesehatan mental yang melonjak pascapandemi. Pemerintah pun telah mencanangkan berbagai program untuk menekan angka ini, termasuk perluasan pelatihan vokasi dan dukungan karier bagi anak muda.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

  • Data kuartal berikutnya (Juli–September 2026) menjadi ujian apakah penurunan ini berkelanjutan atau hanya fluktuasi musiman.
  • Distribusi NEET antar wilayah Inggris masih timpang; sebagian besar pemuda NEET terkonsentrasi di daerah dengan akses pendidikan dan lapangan kerja yang terbatas.
  • Pemerintah menargetkan penurunan ketidakaktifan ekonomi secara menyeluruh, dan data pemuda NEET menjadi salah satu indikator utama keberhasilannya.

Dengan angka terbaru ini, Inggris kini mengawali kuartal baru dengan harapan bahwa tren negatif yang berlangsung bertahun-tahun mulai berbalik. Namun, seluruh pemangku kepentingan — pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan — tetap dituntut bekerja sama agar penurunan angka NEET tidak berhenti di titik ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll