Nov 04, 2026
Business

Datacenter AI Vineland Dituduh Langgar Hukum Federal

VINELAND — Pusat data kecerdasan buatan (AI) terbesar yang direncanakan di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, dituduh melanggar hukum federal setel

Datacenter AI Vineland Dituduh Langgar Hukum Federal

VINELAND — Pusat data kecerdasan buatan (AI) terbesar yang direncanakan di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, dituduh melanggar hukum federal setelah investigasi visual menemukan fasilitas itu mengoperasikan puluhan generator bertenaga gas tanpa izin. Temuan ini mengemuka dari rekaman drone termal yang diambil oleh Floodlight, ruang redaksi nirlaba yang berfokus pada investigasi isu energi dan lingkungan.

Fasilitas bernama DataOne yang berlokasi di kota Vineland itu dikabarkan mendapat dukungan pendanaan dari Microsoft, raksasa teknologi global yang tengah gencar membangun infrastruktur komputasi awan dan AI. Meski proyeknya belum sepenuhnya rampung, rekaman menunjukkan sejumlah besar generator telah beroperasi di lokasi sejak dini.

Kronologi Temuan Drone Termal

Investigasi yang dilakukan Floodlight pekan lalu menangkap gambaran suhu panas dari lokasi pembangunan DataOne. Hasil analisis visual menunjukkan sedikitnya 45 dari 62 generator yang tersedia di lokasi tengah beroperasi pada saat pengambilan gambar dilakukan. Angka ini menunjukkan mayoritas kapasitas pembangkit cadangan fasilitas tersebut sudah menyala meski konstruksi gedung utamanya belum tuntas.

  1. Floodlight menerbangkan drone termal di sekitar kawasan fasilitas DataOne di Vineland pada pekan lalu.
  2. Rekaman termal mendeteksi panas dari knalpot generator yang aktif, menandakan operasi pembangkit listrik benar-benar berjalan.
  3. Analisis forensik terhadap rekaman mengidentifikasi sedikitnya 45 dari 62 generator dalam kondisi menyala.
  4. Tim investigasi membandingkan temuan itu dengan basis data izin federal dan negara bagian, dan tidak menemukan dokumen izin untuk puluhan generator tersebut.

Menurut laporan yang dirilis The Guardian pada 27 Agustus 2026, generator-generator itu dioperasikan tanpa izin yang disyaratkan hukum federal. Padahal, pembangkit listrik darurat maupun permanen dengan kapasitas tertentu wajib mengantongi izin emisi dari Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) serta otorisasi dari negara bagian New Jersey.

"Menjalankan puluhan generator gas tanpa izin bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini berpotensi melepaskan emisi polutan dalam jumlah besar ke udara warga sekitar," demikian penilaian para peneliti Floodlight yang dikutip The Guardian.

Puluhan Generator Beroperasi di Tengah Proyek yang Belum Rampung

DataOne direncanakan menjadi salah satu pusat data terbesar di pesisir timur Amerika Serikat. Namun, fakta bahwa operasional generator sudah berjalan sebelum proyek selesai menimbulkan pertanyaan besar soal kepatuhan operator terhadap regulasi lingkungan yang berlaku.

Dukungan Microsoft terhadap proyek ini semakin menyeret nama besar korporasi ke pusaran dugaan pelanggaran hukum. Industri pusat data global tengah berada di bawah sorotan karena konsumsi energi raksasa yang mereka butuhkan, terutama untuk melayani pelatihan dan inferensi model AI.

Para pengamat menilai, kebutuhan listrik yang melonjak sering kali mendorong operator pusat data mengambil jalan pintas, termasuk mengoperasikan generator cadangan di luar ketentuan izin. Langkah semacam ini kerap dilakukan untuk menjaga kontinuitas operasional server tanpa menunggu proses perizinan yang panjang dan berbelit.

Dampak Lingkungan dan Kekhawatiran Warga

Pengoperasian generator bertenaga gas dalam skala besar memiliki konsekuensi nyata bagi kualitas udara. Emisi nitrogen oksida (NOx), partikulat halus, dan karbon dioksida dari mesin pembakaran dapat memperburuk kualitas udara lokal, terutama di permukiman yang berada dekat lokasi fasilitas.

  • 45 dari 62 generator teridentifikasi beroperasi tanpa izin dalam rekaman termal.
  • Fasilitas DataOne di Vineland merupakan pusat data AI terbesar yang direncanakan di New Jersey.
  • Proyek ini didukung pendanaan Microsoft, salah satu pemain utama industri AI global.
  • Dugaan pelanggaran mencakup hukum federal Amerika Serikat terkait emisi dan perizinan pembangkit listrik.
  • Temuan dipublikasikan oleh Floodlight dan dilaporkan The Guardian pada 27 Agustus 2026.

Kelompok pegiat lingkungan di New Jersey menyatakan kekhawatiran bahwa gelombang pembangunan pusat data akan mengorbankan perlindungan lingkungan demi kecepatan ekspansi infrastruktur digital. Mereka mendesak otoritas federal dan negara bagian untuk menindak tegas dugaan pelanggaran ini serta menuntut transparansi penuh dari operator DataOne kepada publik.

Nasib Proyek dan Langkah Berikutnya

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari operator DataOne maupun Microsoft mengenai tuduhan tersebut. Badan Perlindungan Lingkungan New Jersey (NJ DEP) dan EPA juga belum mengonfirmasi apakah investigasi formal telah dibuka terhadap fasilitas itu.

Kendati demikian, kasus ini menjadi ujian penting bagi tata kelola industri pusat data di Amerika Serikat, yang tumbuh sangat pesat seiring meledaknya permintaan layanan AI. Jika terbukti melanggar, operator dapat menghadapi denda harian, perintah penghentian operasi generator, hingga tuntutan perdata dari warga yang terdampak pencemaran udara.

Perkembangan kasus ini akan terus dipantau, mengingat lokasi proyek yang strategis dan besarnya nilai investasi yang ditanamkan para pendukungnya. Publik pun menunggu langkah konkret regulator dalam menegakkan aturan lingkungan di tengah derasnya arus pembangunan infrastruktur digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll