Legal & General Pangkas 1.000 Pekerjaan hingga 2027

LONDON — Legal & General, salah satu perusahaan asuransi dan pensiun terbesar di Britania Raya, mengumumkan rencana pemangkasan 1.000 pekerjaan yang akan d

Legal & General Pangkas 1.000 Pekerjaan hingga 2027

LONDON — Legal & General, salah satu perusahaan asuransi dan pensiun terbesar di Britania Raya, mengumumkan rencana pemangkasan 1.000 pekerjaan yang akan dilaksanakan hingga pertengahan 2027. Jumlah tersebut setara dengan sekitar satu sepuluh dari total tenaga kerja perusahaan, dan menjadi langkah paling tegas sejauh ini dalam program restrukturisasi yang digagas CEO baru mereka, António Simões.

Program pemangkasan ini pada tahap awal akan diterapkan melalui jalur voluntary redundancy atau pengunduran diri sukarela bagi karyawan di Britania Raya. Namun, Legal & General menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan PHK wajib apabila jumlah karyawan yang mendaftar sukarela tidak mencukupi target yang ditetapkan manajemen.

Fondasi "Organisasi yang Lebih Ramping"

Sejak mengambil alih kursi CEO dari Nigel Wilson pada Januari 2024, Simões konsisten menekankan visi membangun "leaner organisation" atau organisasi yang lebih ramping dan efisien. Legal & General dalam pernyataan resminya menyebut pemangkasan ini sebagai "tahap berikutnya dari transformasi tersebut".

Simões, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer di bawah masa kepemimpinan Wilson, datang dengan reputasi sebagai eksekutif yang tegas dalam menekan biaya operasional. Bagi perusahaan asuransi yang mengelola aset bernilai miliaran poundsterling, efisiensi bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan strategis di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

"Programme will initially involve voluntary redundancies in the UK but the insurance and pensions firm will consider mandatory job cuts depending on the take-up."

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa jalur sukarela diprioritaskan lebih dulu — sebuah pendekatan yang kerap dipilih perusahaan besar untuk meminimalkan gejolak internal sebelum opsi yang lebih keras diambil.

Alasan di Balik Pemangkasan

Legal & General tidak merinci posisi atau divisi mana yang akan paling terdampak, namun langkah ini umumnya menyasar struktur biaya tetap, fungsi administratif yang tumpang tindih, serta lapisan manajemen menengah. Dalam industri asuransi dan pensiun, transformasi digital sering menjadi katalis di mana proses manual digantikan otomatisasi, sehingga sebagian peran menjadi tidak lagi esensial.

Bagi 1.000 pekerja yang terdampak, pengumuman ini bukan sekadar angka di lembar keuangan. Di balik setiap posisi yang dipangkas, ada keluarga, komitmen sewa, dan rencana masa depan yang mendadak dipertanyakan kembali. Ketidakpastian semacam ini kerap memicu kecemasan luas di kalangan karyawan yang tidak terkena PHK sekalipun — sebuah fenomena yang psikolog menyebut sebagai "survivor guilt" korporat.

Konteks Industri Asuransi Britania Raya

Rencana Legal & General ini menempatkan mereka dalam daftar panjang perusahaan finansial Britania Raya yang sedang mengurangi tenaga kerja seiring pengetatan biaya dan tekanan regulasi. Sejumlah pesaing di sektor pensiun dan asuransi jiwa juga telah mengumumkan restrukturisasi serupa dalam dua tahun terakhir, menandakan bahwa pemangkasan bukan fenomena satu perusahaan, melainkan tren industri yang lebih luas.

Para analis memperkirakan bahwa keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada tingkat partisipasi karyawan dalam jalur sukarela. Jika take-up rendah, Legal & General terpaksa memilih jalur PHK wajib — langkah yang lebih berisiko secara reputasi dan hukum ketenagakerjaan.

Sementara itu, pasar menunggu bagaimana perusahaan menjaga produktivitas dan layanan nasabah di tengah pengurangan kapasitas manusia. Transformasi memang menjanjikan efisiensi, tetapi hanya waktu yang akan menentukan apakah pemangkasan ini memperkuat Legal & General — atau justru menggerus fondasinya dari dalam.

• 1.000 posisi dipangkas (~10% tenaga kerja) • Dimulai dari voluntary redundancy di UK • PHK wajib mungkin jika take-up rendah • Bagian transformasi CEO António Simões sejak 2024

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User