Drama Keynes di West End Beri Pelajaran bagi Menteri Keuangan Inggris
LONDON — Menteri Keuangan Inggris John Healey tengah mempertimbangkan berbagai opsi menjelang anggaran pertamanya, sementara itu di panggung West End, seor
LONDON — Menteri Keuangan Inggris John Healey tengah mempertimbangkan berbagai opsi menjelang anggaran pertamanya, sementara itu di panggung West End, seorang pengarang drama menawarkan pelajaran dari sejarah. Karya terbaru James Graham, The Standard of Living, pekan ini mulai dipentaskan di London dan mengangkat sosok ekonom legendaris John Maynard Keynes saat ia merumuskan pemikirannya di antara dua perang dunia.
Graham, yang kini berusia 44 tahun, telah menjelma menjadi kronikus tangguh cerita kebangsaan Inggris. Lewat karya-karya tentang kebangkitan media Rupert Murdoch, gejolak sosial di Britania pasca-industri, hingga neurosis tim sepak bola pria Inggris, pengarang sekaligus penulis skenario ini menjadikan pembacaan tanda-tanda zaman sebagai panggilan hidupnya.
Keynes Melawan Semangat Pasar Bebas
Drama terbarunya memang menoleh lebih jauh ke masa lalu, namun temanya sangat khas kekinian. The Standard of Living menghadirkan potret gairah sentimental dan intelektual Keynes—diperankan Rory Kinnear—saat ekonom besar itu membangun namanya. Dalam lakon ini, Keynes menentang semangat laissez-faire yang menguasai zamannya dan berusaha menyusun teori pertumbuhan yang dapat membenarkan intervensi negara demi rakyat, di tengah kengerian Great Depression.
Teori Keynes tentang pengeluaran pemerintah saat ekonomi lesu kembali relevan ketika kabinet baru menghadapi tekanan pertumbuhan, inflasi, dan defisit anggaran.
Bagi Healey, anggaran pertama bukan sekadar dokumen angka. Ia adalah keputusan politik menentukan seberapa jauh negara bersedia campur tangan dalam ekonomi. Pelajaran sejarah yang ditawarkan Graham mengingatkan bahwa kebijakan akuntabilitas semata kerap gagal memulihkan kepercayaan publik ketika krisis melanda.
Pengarang yang Membaca Zaman
Kemampuan Graham merangkai momen politik dan budaya menjadi cerita panggung telah lalu diakui kritikus. Karya-karya sebelumnya memperlihatkan ketertarikannya pada tokoh-tokoh yang membentuk wajah Britania modern. Namun The Standard of Living tampaknya menjadi karyanya yang paling langsung berbicara kepada pembuat kebijakan masa kini.
Pemilihan Kinnear sebagai Keynes juga menarik perhatian. Aktor itu dikenal mampu menghidupkan karakter kompleks dengan nuansa emosional yang tajam, sesuai tuntutan tokoh yang digambarkan sebagai sosok penuh gairah intelektual sekaligus romantis.
- Lokasi pentas: West End, London, pekan ini
- Pemeran utama: Rory Kinnear sebagai John Maynard Keynes
- Latar waktu: Periode antara Perang Dunia I dan II
- Konteks politik: Menteri Keuangan John Healey menyiapkan anggaran pertama
Hubungan antara panggung teater dan ruang pengambilan keputusan memang bukan hal baru. Namun bagi Healey yang sedang menimbang pilihan sulit, pesan dari lakon Graham dapat dibaca sebagai pengingat: sejarah menunjukkan bahwa keberanian negara untuk berinvestasi saat rakyat menderita kerap menjadi kunci pemulihan.
The Standard of Living kini bisa disaksikan penonton di West End, memberi ruang refleksi bagi publik Inggris sekaligus para pembuat kebijakan yang tengah menyusun ulang arah ekonomi negara.
Comments (0)