INGGRIS — Thinktank Reform UK Usul Pangkas Pajak Orang Kaya

LONDUN — Perdebatan mengenai arah masa depan ekonomi Britania Raya kembali memanas di pusat pemerintahan Westminster. Sebuah lembaga pemikir (*thinktank*)

INGGRIS — Thinktank Reform UK Usul Pangkas Pajak Orang Kaya

LONDUN — Perdebatan mengenai arah masa depan ekonomi Britania Raya kembali memanas di pusat pemerintahan Westminster. Sebuah lembaga pemikir (*thinktank*) independen yang terhubung erat dengan Partai Reform UK pimpinan Nigel Farage, Centre for a Better Britain (CFABB), dilaporkan bersiap merilis proposal kebijakan ekonomi radikal. Langkah ini digadang-gadang akan memicu kontroversi nasional karena secara terbuka menyerukan pemotongan pajak secara masif yang dinilai paling menguntungkan kelompok masyarakat berpenghasilan paling atas dan pemilik aset besar.

Dokumen komprehensif setebal 200 halaman tersebut dijadwalkan terbit pada pekan depan. Laporan ini dirancang untuk menjadi cetak biru (*blueprint*) utama yang memberi gambaran jelas mengenai fondasi ekonomi dan kebijakan keuangan Reform UK menjelang pemilu mendatang. Di tengah krisis biaya hidup yang masih membayangi warga kelas menengah ke bawah, proposal ini menawarkan pendekatan ekonomi pasokan (*supply-side economics*) yang sangat agresif.

Cetak Biru Ekonomi Radikal Sayap Kanan

Dalam laporan tersebut, CFABB secara spesifik mendesak pemerintah untuk menghapuskan pajak warisan (inheritance tax) secara total. Selain itu, lembaga pemikir ini juga mengusulkan penghentian bertahap (*phasing out*) untuk pajak keuntungan modal (capital gains tax), yang selama ini dikenakan atas keuntungan dari penjualan aset seperti saham dan properti sekunder.

Para perancang kebijakan di CFABB berargumen bahwa penghapusan kedua jenis pajak ini sangat krusial untuk menggairahkan kembali iklim investasi yang lesu di Inggris. Namun, para kritikus dengan cepat menyoroti bahwa kebijakan tersebut secara praktis hanya akan membebaskan beban finansial bagi segelintir kelompok terkaya di negara tersebut.

Jenis Pajak Kondisi Saat Ini (Inggris) Usulan Kebijakan CFABB
Pajak Warisan Tarif standar 40% di atas ambang batas bebas pajak Dihapuskan sepenuhnya (0%)
Pajak Keuntungan Modal Tarif bervariasi (10% - 28% tergantung aset) Dihapuskan secara bertahap hingga 0%
Fokus Penerima Manfaat Masyarakat umum & pendapatan negara Pemilik aset besar & kelas atas

Strategi Politik Nigel Farage dan Reaksi Publik

Langkah CFABB ini dipandang banyak pengamat politik sebagai sinyal kuat bahwa Reform UK ingin menegaskan posisinya sebagai alternatif kanan sejati dibanding Partai Konservatif yang dianggap gagal mengelola beban pajak nasional. Nigel Farage terus memanfaatkan momentum ketidakpuasan publik terhadap tingginya rasio pajak dalam beberapa dekade terakhir untuk menarik pemilih konservatif tradisional.

"Proposal ini menunjukkan dengan jelas ke mana arah ideologi ekonomi Reform UK. Ini bukan sekadar penyesuaian tarif, melainkan pembongkaran ulang struktur perpajakan yang menguntungkan para pemilik modal," ujar salah satu pengamat ekonomi politik dari London School of Economics.

Namun, di sisi lain, usulan ini memicu gelombang kritik dari partai oposisi maupun kelompok pengawas anggaran. Lembaga riset independen memperingatkan bahwa pemangkasan pajak tanpa adanya sumber penerimaan alternatif akan memperlebar defisit anggaran negara secara drastis. "Di saat layanan publik seperti NHS membutuhkan suntikan dana segar, memprioritaskan pemotongan pajak bagi kaum elit adalah langkah yang sangat berisiko secara sosial dan ekonomi," tegas seorang analis kebijakan publik senior.

Implikasi Terhadap Anggaran Negara

Penghapusan pajak warisan dan pajak keuntungan modal diperkirakan bakal menghilangkan potensi penerimaan negara hingga puluhan miliar poundsterling setiap tahunnya. Meskipun CFABB mengklaim bahwa pemotongan pajak ini akan memicu pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya meningkatkan total penerimaan pajak secara keseluruhan, banyak ekonom skeptis terhadap teori tersebut.

Kini publik Inggris menantikan peluncuran resmi dokumen tersebut pekan depan. Publikasi ini dipastikan akan menjadi amunisi baru dalam perdebatan politik nasional yang kian memanas, menempatkan isu ketimpangan ekonomi dan reformasi perpajakan di panggung utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User