LONDON — Otoritas London Sita Ribuan Sepeda Listrik Liar dan Ilegal

Pemerintah kota dan otoritas wilayah di London, Inggris, kian memperketat pengawasan terhadap peredaran sepeda listrik (e-bike) yang dinilai melanggar atur

LONDON — Otoritas London Sita Ribuan Sepeda Listrik Liar dan Ilegal

Pemerintah kota dan otoritas wilayah di London, Inggris, kian memperketat pengawasan terhadap peredaran sepeda listrik (e-bike) yang dinilai melanggar aturan dan membahayakan keselamatan publik. Langkah represif ini diambil menyusul maraknya unit persewaan komersial yang diparkir sembarangan serta maraknya peredaran sepeda listrik modifikasi bermesin daya tinggi yang beroperasi secara ilegal di jalan raya.

Investigasi media setempat mengungkapkan bahwa dewan kota di ibu kota Inggris telah menyita sedikitnya 3.393 sepeda listrik sepanjang tahun ini karena terparkir membahayakan pengguna jalan atau ditinggalkan sembarangan di trotoar. Angka penyitaan tersebut melonjak drastis hingga 23 persen dibandingkan total penindakan sepanjang tahun sebelumnya.

Kronologi dan Eskalasi Masalah di Lapangan

Ketegangan antara pejalan kaki, pesepeda, dan operator kendaraan sewa tanpa stasiun (dockless bikes) seperti Lime dan Forest terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Berikut tahapan eskalasi penertiban yang dilakukan oleh otoritas:

  1. Lonjakan Penggunaan Sepeda Sewa: Pertumbuhan pesat armada sepeda listrik sewa di kawasan pusat London memicu masalah kapasitas ruang pejalan kaki, di mana ribuan unit teronggok menghalangi akses difabel dan trotoar sempit.
  2. Operasi Penertiban Dewan Kota: Sejumlah dewan wilayah mulai menggelar razia penyitaan berkala dan mengenakan denda harian kepada operator penyedia armada.
  3. Pemberantasan Modifikasi Ilegal: Kepolisian Metropolitan meningkatkan razia terhadap sepeda listrik rakitan berdaya lebih dari 250W yang dilengkapi tuas gas mandiri (throttle) tanpa pedal asistensi legal.
"Sebagai pesepeda, kami menuntut kejelasan regulasi dari pihak berwenang. Sepeda sewa yang berserakan memang mengganggu, tetapi ancaman nyata yang mematikan adalah kendaraan modifikasi bermesin besar yang secara terang-terangan melanggar batas hukum," tegas seorang pegiat transportasi perkotaan.

Ancaman Sepeda Listrik Modifikasi Ilegal

Fokus penertiban tidak hanya tertuju pada masalah parkir liar operator komersial, melainkan juga bahaya laten dari sepeda listrik ilegal yang kerap digunakan untuk layanan antar kilat. Berdasarkan regulasi ketat di Inggris Raya, sepeda bantuan listrik (electrically assisted pedal cycles/EAPC) wajib memiliki batas daya motor maksimal 250 watt dan kecepatan asistensi berhenti pada batas 15,5 mil per jam (sekitar 25 km/jam).

Namun, di lapangan ditemukan maraknya konversi ilegal yang menggunakan motor bertenaga hingga 1.000 watt atau lebih. Kendaraan rakitan semacam ini pada dasarnya merupakan sepeda motor listrik ilegal yang tidak memiliki izin uji tipe, tanpa pelat nomor, dan tanpa perlindungan asuransi wajib.

Langkah Kebijakan yang Mendesak

Komunitas transportasi dan otoritas kota kini menyerukan penegakan hukum menyeluruh yang menyasar rantai pasok ilegal:

  • Penertiban Jalur Impor dan Penjualan Daring: Memblokir peredaran kit konversi motor ilegal berdaya tinggi yang dijual bebas di platform e-commerce.
  • Penyediaan Teluk Parkir Khusus: Mewajibkan operator sewa komersial mendanai pembangunan infrastruktur parkir resmi di badan jalan agar trotoar steril.
  • Peningkatan Razia Fisik Kepolisian: Melakukan penyitaan langsung dan pemusnahan terhadap sepeda modifikasi ilegal yang melaju di jalur sepeda atau trotoar.

Otoritas transportasi menegaskan bahwa transisi mobilitas hijau tetap didukung, namun keselamatan publik dan kepatuhan terhadap standar hukum jalan raya merupakan prioritas yang tidak dapat dikompromikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User