LONDON — Pameran Bersejarah Permadani Bayeux Resmi Dibuka, Tiket Ludes Terjual
LONDON — Gelombang antusiasme luar biasa melanda Inggris menyusul pembukaan resmi pameran Bayeux Tapestry (Permadani Bayeux) di London pada Kamis waktu set
LONDON — Gelombang antusiasme luar biasa melanda Inggris menyusul pembukaan resmi pameran Bayeux Tapestry (Permadani Bayeux) di London pada Kamis waktu setempat. Mahakarya bordir tekstil legendaris dari abad pertengahan tersebut untuk pertama kalinya dipamerkan di luar Prancis, memicu fenomena perburuan tiket yang langsung ludes terjual dalam hitungan jam.
Artefak berukuran panjang hampir 70 meter ini merekam secara visual detik-detik penting Norman Conquest atau Penaklukan Normandia atas Inggris pada tahun 1066. Kehadirannya di tanah Britania dianggap sebagai salah satu peristiwa diplomasi kebudayaan paling bersejarah di abad modern.
Antusiasme Massal dan Penjualan Tiket Kilat
Pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa seluruh kuota tiket untuk beberapa pekan pertama telah terjual habis beberapa saat setelah sistem pemesanan daring dibuka. Antrean panjang pengunjung tampak memadati area museum sejak pagi hari untuk menyaksikan langsung detail sulaman benang wol wol yang telah berusia hampir seribu tahun tersebut.
"Permadani ini bukan sekadar karya seni visual, melainkan saksi bisu dan dokumen fundamental yang membentuk sejarah Inggris dan Eropa. Antusiasme publik yang begitu masif membuktikan betapa kuatnya daya tarik narasi sejarah ini," lapor koresponden kebudayaan FRANCE 24, Olivia Salazar-Winspear, langsung dari lokasi pameran di London.
Kronologi dan Signifikansi Perjalanan Mahakarya
Proses peminjaman karya seni bernilai tak ternilai ini melibatkan negosiasi panjang dan persiapan konservasi tingkat tinggi guna memastikan keamanan kain rentan tersebut selama transit lintas Selat Inggris:
- Tahun 1066–1070-an: Permadani disulam, diyakini dipesan oleh Uskup Odo dari Bayeux, saudara tiri William Sang Penakluk, guna mengabadikan kemenangan Pertempuran Hastings.
- Abad ke-15 hingga ke-20: Disimpan secara ketat di Katedral Bayeux dan kemudian di museum khusus di Normandia, Prancis, serta nyaris tidak pernah dipindahkan keluar kawasan.
- Perjanjian Bilateral: Pemerintah Prancis dan Inggris menyepakati kerangka kerja sama pinjaman diplomatik setelah melalui kajian konservasi ketat.
- Pembukaan Resmi: Dipamerkan kepada publik di London dengan sistem pengamanan serta kontrol kelembapan mutakhir.
Karya Monumental Penghubung Dua Bangsa
Para sejarawan dan kurator menekankan bahwa pameran ini menawarkan perspektif unik bagi masyarakat Inggris kontemporer. Di dalam rajutan kain linen tersebut terpampang adegan detail tentang persiapan armada laut, Pertempuran Hastings, hingga tewasnya Raja Harold II.
- Teknik Pembuatan: Dibuat menggunakan teknik sulam benang wol di atas kain linen kasar dengan pewarna alami era abad pertengahan.
- Panjang Karya: Membentang sepanjang 68,38 meter dengan tinggi sekitar 50 sentimeter.
- Nilai Sejarah: Menampilkan 626 figur manusia, ratusan kuda, kapal perang, serta tulisan penjelasan berbahasa Latin.
Pameran ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, dengan otoritas museum mempertimbangkan penambahan jam operasional guna mengakomodasi tingginya permintaan kunjungan dari warga lokal maupun wisatawan internasional.
Comments (0)