McDonald's Incar Pangsa Ayam Global dari KFC

Jakarta — Raksasa makanan cepat saji dunia, McDonald's, mengumumkan strategi agresif untuk merebut pangsa pasar ayam global dari tangan para pesaingnya, te

McDonald's Incar Pangsa Ayam Global dari KFC

Jakarta — Raksasa makanan cepat saji dunia, McDonald's, mengumumkan strategi agresif untuk merebut pangsa pasar ayam global dari tangan para pesaingnya, termasuk KFC. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kesehatan dan melonjaknya harga daging sapi yang menggerus profitabilitas perusahaan.

Harga Daging Sapi Naik, McDonald Alihkan Fokus ke Ayam

Dalam pernyataan resminya, McDonald's menetapkan target ambisius untuk menambah pangsa pasar ayam global sebesar 1,5 persen pada tahun 2030. Target serupa juga diumumkan untuk segmen minuman, yang diharapkan tumbuh dengan proporsi yang sama.

  1. Segmen ayam: McDonald's membidik tambahan 1,5 poin persentase pangsa pasar ayam global pada 2030.
  2. Segmen minuman: Perusahaan menargetkan kenaikan pangsa yang sama, yakni 1,5 persen.
  3. Protein lebih murah: Ayam dipilih karena harganya lebih terjangkau dibanding daging sapi di tengah inflasi bahan baku.

Keputusan ini tidak lepas dari tekanan biaya yang terus meningkat. Harga daging sapi yang meroket telah memukul margin keuntungan perusahaan selama beberapa kuartal terakhir. Sementara itu, tren kesadaran kesehatan di kalangan konsumen muda, terutama Generasi Z, juga menggeser preferensi menuju protein yang dianggap lebih ringan dan terjangkau.

"Ayam adalah protein berharga lebih rendah, dan permintaannya terus tumbuh di seluruh dunia," ujar seorang pejabat McDonald's dalam keterangan tertulis.

Pasar Ayam Jadi Medan Perang Baru Rantai Cepat Saji

Pasar ayam cepat saji global telah menjadi medan pertempuran sengit antarraksasa. KFC, dengan jaringan gerainya yang luas, selama ini dikenal sebagai pemain dominan. Namun, merek-merek seperti Chick-fil-A dan Wingstop juga terus memperluas jangkauan mereka, sementara McDonald's sendiri sudah lama menawarkan menu ayam seperti McChicken dan Chicken McNuggets.

Menariknya, McDonald's menegaskan bahwa ekspansi ke segmen ayam tidak akan datang dengan mengorbankan penjualan burger daging sapi. Perusahaan menyatakan tetap berkomitmen mempertahankan "posisi kepemimpinannya di segmen daging sapi". Strategi ganda ini bertujuan memperbesar total pasar tanpa memakan pangsa produk intinya sendiri.

Tren Gen Z Jadi Pendorong Utama

Survei-survei konsumen menunjukkan bahwa Gen Z cenderung lebih terbuka terhadap variasi menu dan lebih peka terhadap harga. Kombinasi antara kesadaran gaya hidup sehat dan tekanan ekonomi membuat ayam menjadi pilihan logis bagi banyak konsumen muda. Bagi McDonald's, membaca tren ini lebih awal adalah kunci memenangkan persaingan jangka panjang.

Dengan target 2030 di depan mata, langkah McDonald's ini dipandang sebagai upaya sistematis untuk mendiversifikasi portofolio menu sekaligus melindungi profitabilitas dari gejolak harga bahan baku. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ayam akan menjadi masa depan rantai cepat siji, melainkan seberapa cepat mereka bisa merebut hati konsumen dari para pesaingnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User