JENEWA — Badan Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Selasa menerbitkan peringatan serius: sekitar satu juta anak di Afghanistan kini menderita malnutrisi yang dikategorikan mengancam nyawa, di tengah krisis kemanusiaan yang semakin meluas dan memburuk di seluruh negeri itu.
Dalam laporan resminya, UNICEF mencatat bahwa secara keseluruhan 3,7 juta anak Afghanistan mengalami wasting atau pemborosan tubuh — istilah teknis untuk kekurangan gizi akut. Kondisi ini membuat berat badan anak jauh di bawah standar usianya, meruntuhkan sistem imun, dan tanpa penanganan segera dapat berujung pada kematian dalam hitungan minggu.
Peringatan Darurat dari UNICEF
Lembaga yang bermarkasin di Jenewa itu menyebut situasi terkini sebagai salah satu krisis gizi paling parah dalam sejarah mutakhir Afghanistan. Kelompok paling rentan adalah anak-anak di wilayah pedesaan, kawasan terpencil yang sulit dijangkau tim medis, serta keluarga pengungsi internal yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.
"Ketika satu juta anak berdiri di ambang malnutrisi yang mengancam nyawa, dunia tidak boleh berpaling dari Afghanistan," demikian tegasan pesan UNICEF dalam peringatannya Selasa.
Para pekerja kemanusiaan menggambarkan penderitan yang mereka saksikan di ruang perawatan rumah sakit: bayi berumur beberapa bulan dengan berat badan setengah dari seharusnya, ibu-ibu yang tak mampu menyusui karena kekurangan gizi, serta antrean panjang keluarga yang menunggu jatah susu terapeutik.
Kronologi Panjang Krisis Kelaparan Afghanistan
Krisis gizi di negeri ini tidak lahir dalam semalam. Berikut urutan fase yang membentuk kondisi hari ini:
- Dekade konflik bersenjata: Afghanistan mengalami darurat kelaparan berulang selama beberapa dekade terakhir akibat perang saudara dan rangkaian krisis politik yang tak kunjung usai.
- Agustus 2021: pergantian kekuasaan memicu penghentian sebagian besar bantuan internasional dan pembekuan aset negara, melumpuhkan perekonomian yang sudah rapuh.
- 2022: lebih dari separuh populasi diproyeksikan membutuhkan bantuan kemanusiaan, diperparah musim dingin ekstrem dan kekeringan panjang di banyak provinsi.
- 2023 hingga kini: defisit pendanaan program bantuan melebar, sementara harga pangan melambung. Angka wasting terus merangkak naik hingga titik terbaru: 3,7 juta anak terdampak dan 1 juta di antaranya berstatus kritis.
Mengapa Angka Terus Membengkak
Sejumlah faktor saling menumpuk dan mempercepat deteriorasi kondisi gizi anak-anak Afghanistan:
- Keruntuhan ekonomi: jutaan keluarga kehilangan mata pencaharian dan hanya mampu makan satu kali sehari atau kurang.
- Gangguan arus bantuan: penyumbatan dan penurunan donasi internasional membuat klinik gizi kehabisan stok susu formula terapeutik dan obat-obatan.
- Batasan terhadap perempuan: pembatasan kerja dan mobilitas perempuan menyulitkan distribusi bantuan serta menurunkan akses layanan kesehatan ibu dan anak.
- Bencana alam beruntun: gempa bumi, banjir, dan kekeringan menghancurkan panen serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi.
- Inflasi pangan: harga gandum, susu, dan minyak goreng melonjak jauh melampaui daya beli rumah tangga biasa.
Seruan Darurat kepada Komunitas Internasional
UNICEF menyerukan agar donor internasional segera mencairkan pendanaan tambahan untuk memperluas program pemulihan gizi, termasuk suplai makanan terapeutik siap pakai, vaksinasi, dan layanan air bersih yang menjadi penopang utama pencegahan wasting.
Tanpa intervensi cepat, para ahli memperingatkan bahwa anak-anak yang selamat dari malnutrisi akut tetap berisiko mengalami stunting — pertumbuhan terhambat yang menimbulkan kerusakan kognitif permanen. Konsekuensinya bukan sekadar krisis hari ini, melainkan beban bagi generasi Afghanistan berikutnya.
Sejarah mencatat Afghanistan telah berkali-kali tersandung darurat kelaparan. Namun skala saat ini, kata para pekerja kemanusiaan, berada di level yang jarang terjadi: satu juta nyawa anak bergantung pada kecepatan dunia bereaksi.
[SOCIAL_TWEET]: PERINGATAN PBB 🚨 1 juta anak Afghanistan menghadapi malnutrisi mengancam nyawa. Total 3,7 juta anak mengalami wasting akut. Dunia diminta tak berpaling. #Afghanistan #UNICEF [SOCIAL_TG]: 📢 UNICEF: 1 JUTA ANAK AFGHANISTAN DALAM BAHAYA — Badan anak-anak PBB melaporkan 3,7 juta anak mengalami malnutrisi akut, 1 juta di antaranya berstatus mengancam nyawa. Kronologi krisis kelaparan dan faktor pemicunya kami ulas lengkap di artikel berikut.
Comments (0)